4 Keinginan 4 Wanita Eropa

Posted On Januari 24, 2007

Disimpan dalam Artikel Umum

Comments Dropped one response

Tidak ada di muka bumi ini satupun agama yang memuliakan wanita sebagaimana Islam. Hanya orang yang diharamkan darinyalah yang tidak bisa merasakan kenikmatan ini. Banyak wanita di Eropa merasa iri dengan kemuliaan yang dirasakan oleh wanita muslimah.

Diantaranya adalah apa yang menjadi angan-angan 4 wanita Eropa sebagaimana tercatat dalam banyak buku, yang kisahnya akan dipaparkan di sini.

1. Seorang wanita berkebangsaan Inggris yang angan-angannya telah ditulis lebih dari 100 tahun lalu.
Seorang wanita yang berprofesi sebagai penulis terkenal bernama Etirot menulis dalam sebuah artikel yang disebarluaskan pada tahun 1901:Sungguh seandainya anak-anak perempuan kita sibuk bekerja dalam rumah sebagai pembantu atau seperti pembantu itu lebih baik dan lebih ringan resikonya daripada meniti karir di berbagai instansi, karena meniti karir di luar rumah itu menyebabkan seorang wanita ternodai berbagai kotoran yang menghilangkan indahnya kehidupannya untuk selama-lamanya. Duh, seandainya negeri kita sebagaimana negeri orang-orang Islam yang berhias dengan rasa malu, menjaga kehormatan dan kesucian. Sungguh sebuah aib di negeri Inggris yang menjadikan putri-putinya sebagai teladan dalam keburukan karena sering bercampur baur dengan laki-laki. Jika demikian mengapa kita tidak berusaha untuk menjadikan putri-putri kita bekerja sesuai dengan fitrah dan tabiatnya sebagai wanita yaitu dengan mengurusi rumah tangga dan membiarkan berbagai jenis pekerjaan laki-laki untuk kaum laki-laki dalam rangka menjaga kemuliaannya.

2. Seorang wanita berkebangsaan Jerman mengatakan, “Sungguh aku ingin berada di rumah saja, tetapi selama perkembangan ekonomi Jerman akhir-akhir ini tidak bisa menyentuh semua lapisan masyarakat, maka permasalahan seperti ini yaitu back to home adalah sebuah kemustahilan. Sungguh suatu hal yang sangat menyedihkan.” (Dikutip dari sebuah majalah mingguan berbahasa Jerman)

3. Seorang perempuan berkebangsaan Italia pernah berdialog dengan Doktor Mustafa as Siba’i dan mengatakan, ” Sungguh aku iri kepada wanita muslimah dan aku berandai-andai sekiranya aku dilahirkan di negeri kalian.”

4. Seorang wanita berkebangsaan Perancis. Kisah di bawah ini diceritakan oleh Syaikh Abdurrahman dari seorang dokter laki-laki yang menetap di Perancis.

Suatu ketika dokter laki-laki ini ditanya oleh seorang dokter perempuan berkebangsaan Perancis, teman kerjanya yang beragama kristen. Dokter perempuan ini bertanya kepadanya tentang keadaan istrinya, seorang muslimah yang berjilbab dengan baik, bagaimana istrinya menghabiskan hari-harinya di dalam rumah, serta aktivitas apa saja yang dijalani setiap harinya.
Sang dokter mengatakan, “Ketika istriku bangun di pagi hari maka dia menyiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan anak-anak, kemudian tidur sampai jam 09 atau 10 pagi. Setelah itu dia  bangun untuk membersihkan dan mengatur hal-hal lain yang dibutuhkan di dalam rumah. Setelah urusan bersih-bersih selesai, maka dia akan sibuk dengan urusan di dapur untuk menyiapkan makanan.”
Dengan penuh keheranan dokter perempuan tersebut bertanya, ”Siapa yang memenuhi kebutuhannya, padahal dia tidak bekerja?”
Dengan singkat sang dokter mengatakan, “Saya.”
“Lalu siapakah yang membelikan berbagai kebutuhannya?” Lanjut dokter wanita tersebut.
“Aku yang membelikan semua yang dia inginkan,” jawab dokter.
Dengan penuh keheranan dan ketercengangan wanita tersebut mengatakan, “Engkau berikan untuk istrimu segala sesuatu?”
“Ya,” jawab dokter.
Perempuan tersebut lalu bertanya, “Sampai-sampai urusan perhiasan emas engkau yang membelikannya untuk istrimu?”
“Ya.” Jawab dokter sekali lagi.
“Sungguh istrimu adalah seorang ratu.” Komentar akhir dokter perempuan tadi.

Dokter yang menceritakan kisah ini bersumpah dengan nama Allah, bahwa pada akhirnya dokter wanita tadi menawarkan diri kepadanya untuk bercerai dan berpisah dari suaminya, dengan syarat dokter tadi mau menikahinya, sehingga dia bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai dokter perempuan, lalu tinggal di rumah sebagaimana layaknya seorang wanita muslimah.
Yang mencengangkan dokter perempuan  tersebut rela menjadi istri kedua seorang laki-laki muslim dengan syarat dia perbolehkan tinggal saja di dalam rumah.

Inilah Islam, agama satu-satunya yang benar-benar memuliakan wanita. Karena orang-orang Barat mengetahui bahwa umat Islam itu tidak akan rusak jika wanita-wanita muslimah berkenan tinggal di dalam rumah. Oleh karena itu mereka membuat berbagai makar, sehingga wanita muslimah meninggalkan rumah, dan berbagai rencana lain untuk merusak wanita muslimah, sehingga mereka melepas jilbab dan tidak lagi memiliki hubungan dengan agama kecuali pada waktu shalat, inipun andai masih mau shalat.

Berbagai makar ini dikemas dengan berbagai dalih kemerdekaan wanita, demokrasi, hak-hak asasi manusia dan hak-hak wanita.
Sesungguhnya tugas pokok seorang wanita dalam ajaran Islam yang disadari betul oleh orang-orang Barat adalah pembentuk tokoh dan pendidik generasi. Dari seorang ibulah anak-anak belajar tentang nilai-nilai luhur, menjaga kehormatan, menjauhi akhlak-akhlak tercela,  mencintai Islam dan menjadikan Islam sebagai segala-galanya. Bahkan melebihi daripada nyawanya sendiri.

Sangat disayangkan, setelah menyimak kisah-kisah di atas, kita lihat sebagian wanita muslimah tidak menemukan kemerdekaan kecuali dengan kacamata Barat dan mereka  tidak mengetahui hak-hak mereka  kecuali dari sudut pandang  orang-orang Barat.

Yang jelas mereka adalah korban-korban pendidikan yang keliru yang tidak tersentuh nilai Islam sedikitpun.
Dalam kesempatan ini kami tegaskan bahwasanya Islam tidak akan berdiri tegak kecuali dengan mengembalikan wanita ke dalam rumah untuk melaksanakan kewajiban mereka yang paling penting yaitu membentuk generasi yang akan mengantarkan umat Islam menjadi pemimpin seluruh umat manusia.~*~
Sumber: Qiblati edisi Shafar 1427H

One Response to “ 4 Keinginan 4 Wanita Eropa ”

  1. Idetrorce

    very interesting, but I don’t agree with you
    Idetrorce

Respond now.